Android Studio 4.1

Diposting oleh Scott Swarthout, Product Manager

Logo Android Studio

Hari ini, kami gembira bisa merilis versi stabil Android Studio 4.1, dengan rangkaian fitur yang ditujukan untuk menangani kasus penggunaan pengeditan, proses debug, dan pengoptimalan. Tema utama rilis ini adalah menjadikan Anda lebih produktif saat menggunakan library Android Jetpack, suite library Android untuk membantu developer mengikuti praktik terbaik dan menulis kode dengan lebih cepat. Berdasarkan masukan Anda, kami membuat sejumlah peningkatan pada cara pengeditan kode dengan integrasi IDE untuk library Android populer.

Beberapa sorotan Android Studio 4.1 termasuk Database Inspector baru untuk membuat kueri database aplikasi Anda, dukungan perencanaan project yang menggunakan Dagger atau Hilt untuk memasukkan dependensi, dan dukungan yang lebih baik untuk machine learning di perangkat dengan dukungan bagi model TensorFlow Lite di project Android. Kami juga telah memperbarui Apply Changes untuk mempercepat penerapan. Berdasarkan masukan Anda, kami telah melakukan beberapa perubahan untuk membantu developer game dengan alat pemrofilan mandiri dan profiler memori native yang baru.

Kualitas produk terus menjadi fokus utama tim, dan kami terus bekerja keras untuk melacak bug dan masalah performa. Kami mendengar dari banyak developer bahwa mereka menyukai fokus pada performa dan keandalan yang lebih baik, jadi dengan gembira kami laporkan bahwa selama siklus rilis ini kami telah memperbaiki 2.370 bug dan menutup 275 masalah publik. Kami tetap commit untuk menjaga kualitas tinggi karena kami tahu bahwa ini adalah kunci produktivitas developer.

Terima kasih kepada Anda semua yang telah memberikan masukan awal dalam rilis pratinjau. Masukan Anda membantu kami melakukan iterasi dan meningkatkan fitur di Android Studio 4.1. Jika Anda siap untuk rilis stabil berikutnya, dan ingin menggunakan rangkaian fitur produktivitas baru, Android Studio 4.1 siap didownload untuk Anda memulai.

Berikut adalah daftar lengkap fitur baru di Android Studio 4.1, yang disusun menurut alur developer kunci.

Design

Update Komponen Desain Material

Template Android Studio dalam dialog create New Project sekarang menggunakan Komponen Desain Material (MDC) dan secara default menyesuaikan dengan panduan terbaru tema dan gaya. Perubahan ini akan mempermudah penggunaan pola gaya material yang direkomendasikan dan mendukung fitur UI modern seperti tema gelap.

Update Komponen Desain Material

Update Komponen Desain Material di Template Project

Update meliputi:

  • MDC: Project mengandalkan com.google.android.material:material di build.gradle. Tema aplikasi dasar menggunakan induk Theme.MaterialComponents.* dan mengganti warna MDC yang diupdate serta atribut “on”.
  • Resource warna: Resource warna dalam colors.xml menggunakan nama literal (misalnya, purple_500 sebagai ganti colorPrimary).
  • Resource tema: Resource tema ada di themes.xml (sebagai ganti styles.xml) dan menggunakan nama Theme.<ApplicationName>.
  • Tema gelap: Tema aplikasi dasar menggunakan induk DayNight dan dipisahkan antara res/values dan res/values-night.
  • Atribut tema: Resource warna dirujuk sebagai atribut tema (misalnya, ?attr/colorPrimary) dalam tata letak dan gaya untuk menghindari warna hard code.

Develop

Database Inspector

Kami ingin memudahkan pemeriksaan, kueri, dan modifikasi database aplikasi Anda menggunakan Database Inspector yang baru. Untuk memulai, terapkan aplikasi Anda ke perangkat yang menjalankan API level 26 atau yang lebih tinggi dan pilih View > Tool Windows > Database Inspector dari panel menu. Walaupun aplikasi Anda menggunakan library Jetpack Room atau versi platform Android SQLite secara langsung, Anda sekarang bisa dengan mudah memeriksa database dan tabel di aplikasi yang sedang berjalan atau menjalankan kueri khusus.

Karena Android Studio mempertahankan koneksi langsung saat Anda memeriksa aplikasi, Anda juga bisa mengubah nilai menggunakan Database Inspector dan melihat perubahan tersebut di aplikasi yang sedang berjalan. Jika Anda menggunakan library persisten Room, Android Studio juga menempatkan tombol run di samping setiap kueri dalam editor kode untuk membantu menjalankan kueri yang Anda tetapkan dalam anotasi @Query dengan cepat. Pelajari lebih lanjut

Database inspector

Periksa, kueri, dan modifikasi database aplikasi Anda dengan Database Inspector

Jalankan Android Emulator secara langsung di Android Studio

Sekarang Anda bisa menjalankan Android Emulator secara langsung di Android Studio. Gunakan fitur ini untuk menghemat ruang layar, beralih antara emulator dan jendela editor dengan cepat menggunakan tombol pintas, dan mengatur alur kerja IDE dan emulator Anda dalam satu jendela aplikasi. Anda bisa mengelola snapshot dan tindakan emulator umum seperti memutar dan mengambil screenshot dari dalam Studio, tetapi akses ke rangkaian opsi lengkap tetap membutuhkan emulator stabil. Anda bisa memilih untuk menggunakan fitur ini dengan membuka File → SettingsToolsEmulator Launch in Tool Window.

Android Emulator di Android Studio

Jalankan Android Emulator di dalam Android Studio

Dukungan Navigasi Dagger

Dagger adalah library populer untuk memasukkan dependensi di Android. Android Studio memudahkan navigasi di antara kode yang terkait Dagger dengan menyediakan gutter tindakan baru dan memperluas dukungan di jendela Find Usages. Sebagai contoh, mengklik gutter tindakan go to producer gutter action di samping metode yang menggunakan tipe tertentu akan mengarahkan Anda ke penyedia tipe tersebut. Sebaliknya, mengklik gutter tindakan go to consumer gutter action akan mengarahkan Anda ke tempat yang menggunakan tipe tersebut sebagai dependensi. Android Studio juga mendukung tindakan navigasi untuk dependensi yang ditetapkan dengan library Hilt Jetpack. Pelajari lebih lanjut.

Navigasi tindakan gutter di Android Studio

Buka kode terkait Dagger dengan tindakan gutter

Gunakan model TensorFlow Lite

Developer Android menggunakan machine learning untuk menciptakan pengalaman yang inovatif dan bermanfaat. TensorFlow Lite adalah library populer untuk menulis model machine learning seluler, dan kami ingin memudahkan impor model ini ke dalam aplikasi Android. Serupa dengan binding tampilan, Android Studio menghasilkan kelas yang mudah digunakan sehingga Anda bisa menjalankan model dengan kode yang lebih sedikit dan keamanan tipe yang lebih baik. Penerapan ML Model Binding saat ini mendukung klasifikasi gambar dan model transfer gaya, asalkan mereka dilengkapi metadata.

Untuk melihat detail model yang diimpor dan mendapatkan petunjuk tentang cara menggunakannya di aplikasi, klik dua kali file model .tflite di project Anda untuk membuka halaman model viewer. Pelajari lebih lanjut.

TensorFlow Lite di Android Studio 4.1

Lihat metadata model TensorFlow Lite di Android Studio 4.1

Build & Test

Android Emulator - Dukungan Engsel Perangkat Foldable

Android Studio

Selain baru-baru ini menambahkan dukungan pengujian seluler 5G, kami telah menambahkan dukungan untuk perangkat foldable di Android emulator. Dengan Android emulator 30.0.26 ke atas, Anda bisa mengonfigurasi perangkat foldable dengan berbagai desain dan konfigurasi lipatan. Bila perangkat foldable telah dikonfigurasi, emulator akan memublikasikan update sensor sudut engsel dan perubahan postur, sehingga Anda bisa menguji cara aplikasi merespons faktor bentuk ini. Lihat entri blog Develop untuk Android 11 dengan Android Emulator untuk membaca informasi selengkapnya.

Kontrol yang diperluas, pose perangkat

Update Apply Changes

Build yang lebih cepat membantu developer membuat perubahan pada aplikasi mereka dengan lebih mudah dan cepat. Agar Anda semakin produktif saat melakukan iterasi pada aplikasi, kami telah melakukan beberapa penyempurnaan pada Apply Changes untuk perangkat yang menjalankan Android 11 atau yang lebih tinggi.

Kami telah berinvestasi besar-besaran dalam mengoptimalkan kecepatan iterasi Anda dengan mengembangkan metode untuk menerapkan dan mempertahankan perubahan pada perangkat tanpa menginstal aplikasi. Setelah penerapan awal, penerapan berikutnya ke perangkat Android 11 yang menggunakan Apply Code Changes atau Apply Changes and Restart Activity sekarang jauh lebih cepat. Kami juga menambahkan dukungan untuk perubahan kode tambahan di Apply Changes. Sekarang jika menambahkan metode, Anda bisa menerapkan perubahan tersebut ke aplikasi yang sedang berjalan dengan mengklik Apply Code Changes atau Apply Changes and Restart Activity.

Ekspor dependensi C/C++ dari AAR

Plugin Android Gradle 4.0 menambahkan kemampuan untuk mengimpor paket Prefab dalam dependensi AAR. Kami juga ingin memperluas kemampuan fitur ini untuk mendukung berbagi library native. AGP versi 4.1 memungkinkan ekspor library dari build native eksternal Anda dalam AAR untuk project Android Library. Untuk mengekspor library native Anda, tambahkan kode berikut ke blok android dari file build.gradle project library:

buildFeatures {
    prefabPublishing true
}

prefab {
    mylibrary {
      headers "src/main/cpp/mylibrary/include"
    }

    myotherlibrary {
        headers "src/main/cpp/myotherlibrary/include"
    }
}

Simbolisasi untuk laporan kerusakan pada kode native

Saat error atau ANR terjadi pada kode native, sistem menghasilkan pelacakan tumpukan, yang merupakan snapshot urutan fungsi yang dipanggil dalam program Anda hingga saat program tersebut error. Snapshot ini bisa membantu Anda mengidentifikasi dan memperbaiki masalah apa pun di sumbernya, tetapi mereka harus terlebih dahulu disimbolkan untuk menerjemahkan alamat mesin ke nama fungsi yang dapat dibaca manusia.

Jika aplikasi atau game Anda dikembangkan menggunakan kode native, seperti C++, Anda sekarang bisa mengupload file simbol debug ke Konsol Play untuk setiap versi aplikasi Anda. Konsol Play menggunakan file simbol debug ini untuk menyimbolkan pelacakan tumpukan aplikasi Anda, sehingga mempermudah analisis error dan ANR. Untuk menyertakan simbol debug dalam paket aplikasi, tambahkan baris berikut ke file build.gradle project Anda:

android.buildTypes.release.ndk.debugSymbolLevel = 'SYMBOL_TABLE'

Optimize

Penyempurnaan System Trace UI

Di Android Studio 4.1 kami telah merombak System Trace, alat pengoptimalan yang memberi Anda gambaran real-time tentang cara aplikasi menggunakan resource sistem. Kami mempermudah pemilihan trace dengan mode box selection, menambahkan tab analisis baru, dan menambahkan lebih banyak data rendering bingkai untuk membantu Anda menyelidiki masalah rendering di UI aplikasi. Pelajari lebih lanjut.

Pemilihan berbentuk kotak: Di bagian Threads, Anda sekarang bisa menarik mouse untuk melakukan pemilihan berbentuk kotak area persegi panjang, yang dapat Anda perbesar dengan mengklik tombol Zoom to Selection di kanan atas (atau menggunakan pintasan keyboard M). Saat Anda menarik lalu melepaskan thread serupa di samping thread lainnya, Anda bisa memilih beberapa thread untuk memeriksa semuanya sekaligus.

Gunakan pemilihan kotak agar lebih mudah memilih trace.

Pemilihan trace

Tab Summary: Tab Summary baru di tampilan panel Analysis:

  • Statistik gabungan untuk semua kemunculan peristiwa tertentu, seperti hitungan kemunculan dan durasi min/maks.
  • Statistik peristiwa trace untuk kemunculan yang dipilih.
  • Data tentang distribusi status thread.
  • Kemunculan yang paling lama berjalan dari peristiwa trace yang dipilih.
Lihat statistik gabungan di tab Summary Android Studio 4.1

Lihat statistik gabungan di tab Summary

Data tampilan: Di bagian Display, timeline baru untuk SurfaceFlinger dan VSYNC membantu Anda menyelidiki masalah rendering di UI aplikasi.

Profiler mandiri

Sekarang Anda bisa mengakses Android Studio Profiler di jendela terpisah dari jendela utama Android Studio. Ini berguna saat mengoptimalkan game Android yang dibuat dengan alat lain seperti Unity atau Visual Studio.

Untuk menjalankan profiler mandiri, lakukan langkah berikut:

  1. Pastikan profiler di Android Studio belum berjalan di sistem Anda.
  2. Masuklah ke direktori penginstalan dan buka direktori bin:

Windows/Linux: <studio-installation-folder>\bin

macOS: <studio-installation-folder>/Contents/bin

  1. Bergantung pada OS Anda, jalankan profiler.exe atau profiler.sh

Profiler mandiri memungkinkan Anda menghubungkan ke Android emulator atau perangkat apa pun yang terhubung.

Profiler mandiri Android Studio

Optimalkan aplikasi Anda dengan Profiler Mandiri Android Studio

Native Memory Profiler

Melacak penggunaan memori native sangatlah penting bagi developer game dan developer lain yang menggunakan C++ untuk memahami cara mengoptimalkan konsumsi memori aplikasi mereka. Android Studio Memory Profiler sekarang menyertakan Native Memory Profiler untuk aplikasi yang diterapkan ke perangkat fisik yang menjalankan Android 10 atau lebih baru. Native Memory Profiler melacak alokasi/dealokasi objek dalam kode native untuk jangka waktu tertentu dan memberikan informasi tentang alokasi total dan ukuran heap sistem yang tersisa.

Untuk memulai perekaman, klik Record native allocations di bagian atas jendela Memory Profiler:

Jendela Native Memory Profiler di Android Studio 4.1

Lihat alokasi memori native dengan Native Memory Profiler

Untuk rekap, Android Studio 4.1 menyertakan penyempurnaan & fitur baru ini:

Design

  • Update Komponen Desain Material

Develop

  • Database Inspector
  • Jalankan Android Emulator secara langsung di Android Studio
  • Dukungan navigasi Dagger
  • Gunakan model TensorFlow Lite

Build & Test

  • Android Emulator - Dukungan Engsel Perangkat Foldable
  • Update Apply Changes
  • Ekspor dependensi C/C++ dari AAR
  • Simbolisasi untuk laporan kerusakan kode native

Optimize

  • Penyempurnaan System Trace UI
  • Profiler mandiri
  • Native Memory Profiler

Materi ini tidak disponsori atau berafiliasi dengan Unity Technologies atau afiliasinya. “Unity” adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Unity Technologies atau afiliasinya di A.S. dan negara lainnya.