Ditulis oleh Jamal Eason, Product Manager, Android

Hari ini, Android Studio 3.2 sudah bisa didownload. Android Studio 3.2 adalah cara terbaik bagi developer aplikasi untuk langsung menuju rilis Android 9 Pie terbaru dan mem-build Android App bundle baru. Sejak mengumumkan update Android Studio di Google I/O '18, kami telah menyempurnakan dan memoles lebih dari 20 fitur baru dan memfokuskan upaya kami pada peningkatan kualitas rilis Android Studio 3.2 yang stabil ini.
Semua developer sebaiknya menggunakan Android Studio 3.2 untuk bertransisi menggunakan Android App Bundle, format publikasi aplikasi yang baru. Dengan usaha yang sangat minim, Anda bisa menghasilkan paket aplikasi dengan Android Studio. Setelah mengupload paket aplikasi ke Google Play, Anda bisa mendistribusikan aplikasi yang berukuran lebih kecil dan dioptimalkan bagi pengguna. Pengguna awal telah merasakan penghematan ukuran aplikasi antara 11% - 64% dengan paket aplikasi dibandingkan ukuran aplikasi APK lama.
Fitur lain yang tidak boleh Anda lewatkan adalah Energy Profiler. Profiler baru ini memberi Anda serangkaian fitur yang akan membantu Anda mendiagnosis dan meningkatkan dampak energi aplikasi. Masa pakai baterai perangkat yang lebih baik adalah salah satu yang paling sering diminta pengguna, dan dengan Energy Profiler di Android Studio 3.2, Anda bisa melakukan bagian Anda dalam meningkatkan masa pakai baterai perangkat dengan memastikan aplikasi Anda menggunakan jumlah energi yang tepat pada saat yang tepat.
Yang terakhir, Anda juga harus memeriksa fitur Android Emulator Snapshots yang baru. Dengan menggunakan fitur ini, Anda bisa dengan cepat mengambil snapshot status emulator saat ini yang mencakup status layar, aplikasi, dan setelan saat ini. Anda bisa melanjutkan atau booting ke snapshot emulator Anda dalam waktu kurang dari 2 detik. Untuk developer aplikasi yang mencari waktu booting super cepat, atau ingin menjalankan pengujian di lingkungan Android terprediksi, Android Emulator Snapshots adalah fitur pengubah permainan bagi pengembangan aplikasi
Selain fitur-fitur utama ini, ada 20 fitur baru ditambah dengan banyak penyempurnaan kualitas yang tersembunyi dalam Android Studio 3.2. Dengan menggunakan Android Studio 3.2, Anda juga bisa mengembangkan bagi teknologi terbaru mulai dari Android Jetpack, hingga yang terbaru dalam Google Artificial Intelligence (AI) API dengan Android Slices.
Terima kasih kepada semua yang telah memberikan masukan awal pada versi rilis terbatas dan beta. Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas dan fitur di Android Studio 3.2. Jika Anda siap untuk rilis stabil berikutnya, dan ingin menggunakan seperangkat fitur produktivitas baru, Android Studio 3.2 siap didownload untuk Anda memulai.
Berikut adalah daftar lengkap fitur baru di Android Studio 3.2, yang disusun menurut alur developer kunci.

Pengembangan

  • Dukungan Slices - Slices adalah cara baru untuk memanfaatkan kemampuan AI Android bawaan dengan menampilkan konten aplikasi di saran Google Penelusuran dan Asisten Google. Android Studio 3.2 memiliki template bawaan untuk membantu Anda memperluas aplikasi dengan Slice Provider API baru serta pemeriksaan lint baru untuk memastikan bahwa Anda mengikuti praktik terbaik saat menyusun slices. Untuk menggunakannya, klik kanan folder project, dan buka NewOtherSlice Provider. Pelajari lebih lanjut.

Template Slices Provider
  • Data Contoh - Fitur ini memungkinkan Anda menggunakan data placeholder untuk membantu mendesain aplikasi Anda. Ini akan membantu Anda memvisualisasikan layout yang bergantung pada data waktu proses. Anda bisa menambahkan data contoh bawaan untuk mengisi tampilan seperti RecyclerViews, ImageViews, dan TextViews melalui jendela pop-up di Layout Editor. Pelajari lebih lanjut.
  • Update Desain Material - Ketika Anda mulai bermigrasi dari library dukungan Desain Android ke library dan tema aplikasi MaterialComponents baru, Android Studio 3.2 akan menawarkan akses ke widget baru dan terupdate seperti BottomAppBar, tombol, kartu, kolom teks, gaya font baru, dan banyak lagi. Pelajari lebih lanjut.
  • Dukungan Pengeditan CMakeList - Bagi mereka yang menggunakan C/C++ dalam aplikasinya, Android Studio memiliki dukungan yang lebih baik untuk CMake. Dengan rilis Android Studio 3.2 ini, penyelesaian kode dan penyorotan sintaks sekarang bisa digunakan pada perintah skrip build CMakeList biasa.
  • Apa yang Baru di Asisten - Android Studio 3.2 memiliki panel asisten baru yang terbuka secara otomatis setelah update untuk memberi tahu Anda tentang perubahan terbaru pada IDE. Anda juga bisa membuka panel dengan memilih Help → What's New in Android Studio.
  • Dukungan Optimalisasi AndroidX - Salah satu komponen Android Jetpack adalah pengenalan library ekstensi Android (AndroidX) sebagai pengganti Pustaka Dukungan Android. Untuk menambahkan AndroidX ke project baru, Anda hanya perlu menambahkan android.useAndroidX=true ke file gradle.properties Anda. Selain itu, Android Studio 3.2 memiliki aksi optimalisasi bawaan yang baru untuk membantu migrasi project Anda ke ruang nama dan dependensi baru. Dan, jika Anda memiliki dependensi Maven apa pun yang belum bermigrasi ke ruang nama AndroidX, sistem build Android Studio juga akan secara otomatis mengonversikan dependensi project tersebut. Pelajari lebih lanjut.
  • Update Platform IntelliJ - Android Studio 3.2 menyertakan rilis platform IntelliJ 2018.1.6. Rilis IntelliJ ini menambahkan banyak perbaikan pada analisis aliran data, proses debug, inspeksi baru, anotasi eksternal inline, Git commit parsial, dan masih banyak lagi. Pelajari lebih lanjut.
  • Update Kotlin - Android Studio 3.2 memaketkan Kotlin 1.2.61, dengan dukungan bagi Android 9 Pie SDK yang ramah-Kotlin. Pelajari lebih lanjut.

Build

  • Android App Bundle - Android App Bundle adalah format publikasi aplikasi baru yang dirancang untuk membantu Anda memberikan APK yang lebih kecil kepada pengguna dan mengurangi ukuran download aplikasi Anda. Model penyajian aplikasi baru Google Play, yang disebut Dynamic Delivery, memproses paket aplikasi Anda untuk menghasilkan dan menayangkan APK yang dioptimalkan untuk setiap konfigurasi perangkat pengguna, jadi mereka hanya perlu mendownload kode dan sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi Anda. Dengan Android Studio 3.2 atau melalui baris perintah, Anda bisa dengan mudah mem-build kode sebagai paket aplikasi dan mendapatkan keuntungan APK yang berukuran lebih kecil berdasarkan bahasa, kepadatan layar, dan ABI tanpa perubahan pada kode aplikasi Anda. Pelajari lebih lanjut.

Build Android App Bundle
  • D8 Desugaring - Dalam beberapa kasus, fitur Bahasa Java yang baru membutuhkan bytecode dan API bahasa baru. Namun, perangkat Android lama mungkin tidak mendukung fitur ini. Desugaring memungkinkan Anda untuk menggunakan fitur ini pada perangkat lama dengan mengganti bytecode dan API bahasa baru dengan yang lama selama proses build. D8 desugaring diaktifkan secara default untuk Android Studio 3.2 dan Anda sekarang bisa menggunakan sebagian besar perubahan bahasa terbaru saat menargetkan perangkat lama.
  • R8 Optimizer - Dimulai dengan Android Studio 3.2, kami memulai transisi untuk menggunakan R8 sebagai pengganti ProGuard untuk mengoptimalkan dan mengecilkan bytecode bahasa Java. R8 masih bersifat eksperimental, jadi kami tidak menyarankan untuk memublikasikan aplikasi Anda menggunakan R8, tetapi ini adalah saat yang tepat untuk memberikan masukan awal kepada tim Android Studio sehingga kami bisa melakukan penyesuaian sebelum R8 sepenuhnya menggantikan ProGuard. Pelajari lebih lanjut.

Pengujian

  • Emulator Snapshots - Rilis terbaru Android Emulator memungkinkan Anda membuat snapshot status emulator Anda saat ini serta melakukan booting dan beralih ke snapshot apa pun dalam waktu kurang dari 2 detik. Di-build berbasis fitur Android Emulator Quickboot, Android Snapshots bahkan lebih cepat disimpan dan dimuat dengan rilis stabil ini karena peningkatan kecepatan yang tersembunyi. Saat menguji dan mengembangkan aplikasi Anda, Android snapshots memungkinkan Anda untuk melakukan pra-konfigurasi snapshot Android Virtual Device (AVD) dengan preset, aplikasi, data, dan setelan yang Anda inginkan, dan berulang kali kembali ke snapshot yang sama. Pelajari lebih lanjut.

Android Emulator Snapshots
  • Dukungan Microsoft® Hyper-V™ - Anda sekarang bisa menjalankan Android Emulator di komputer Windows® 10 yang mengaktifkan Hyper-V. Intel HAXM masih menjadi hypervisor default untuk pengalaman Android Emulator tercepat. Namun, berkat kontribusi open source baru-baru ini oleh Microsoft, dan penambahan Windows Hypervisor Platform (WHPX) API baru, Android Emulator bisa bekerja berdampingan dengan aplikasi berbasis Hyper-V lainnya, seperti Mesin Virtual lokal, menggunakan Dukungan Hyper-V yang baru. Pelajari lebih lanjut.
  • Dukungan Prosesor AMD® - Prosesor AMD kini didukung oleh Android Emulator di Windows 10. Sebelumnya, menjalankan Android Emulator terbatas pada emulasi software yang lambat saat menjalankan Windows, tetapi developer yang memiliki prosesor AMD sekarang bisa memiliki kinerja akselerasi hardware. Pelajari lebih lanjut.
  • Screen Record di Android Emulator - Anda sekarang bisa merekam layar dan audio pada semua API level Android dengan fitur perekaman layar baru di Android Emulator. Dahulu, perekaman layar pada perangkat Android fisik hanya bekerja pada Android 4.4 KitKat (API 19) dan di atasnya tanpa audio, dengan dukungan Android Emulator yang terbatas. Dengan Android Emulator terbaru (v28.0.+) Anda tidak lagi terkena batasan ini. Sebagai bonus tambahan, terdapat konversi bawaan untuk menghasilkan keluaran GIF dan WebM. Anda bisa memicu fitur perekaman layar baru melalui panel Android Emulator Extended Controls, baris perintah, dan dari Android Studio. Pelajari lebih lanjut
  • Kamera Virtual Scene untuk Android Emulator - Kamera Virtual Scene baru di Android Emulator membantu Anda mengembangkan ARCore, platform Google untuk mem-build pengalaman augmented reality. Emulator ini dikalibrasi untuk bekerja dengan ARCore API untuk aplikasi AR dan juga memungkinkan Anda memasukkan gambar bitmap adegan virtual. Kamera adegan virtual juga bisa digunakan sebagai kamera kompatibel HAL3 reguler. Pelajari lebih lanjut.
  • Asisten Koneksi ADB - Android Studio 3.2 memiliki sistem asisten baru untuk membantu memecahkan masalah koneksi perangkat ADB Android Anda. Asisten Koneksi ADB mengarahkan Anda melalui langkah pemecahan masalah umum untuk menghubungkan perangkat Android ke komputer pengembangan Anda. Anda bisa memicu asisten dari kotak dialog Run atau dengan membuka ToolsConnection Assistant . Pelajari lebih lanjut.

Pengoptimalan

  • Energy Profiler - Masa pakai baterai adalah perhatian utama bagi banyak pengguna ponsel, dan aplikasi Anda bisa berdampak pada masa pakai baterai lebih dari yang Anda sadari. Energy Profiler yang baru dalam suite profiler kinerja Android Studio bisa membantu Anda memahami dampak energi aplikasi pada perangkat Android. Anda sekarang bisa memvisualisasikan perkiraan penggunaan energi komponen sistem, dan memeriksa event latar belakang yang mungkin menguras baterai. Untuk menggunakan energy profiler, pastikan Anda terhubung ke perangkat atau emulator Android yang menjalankan Android 8.0 Oreo (API 26) atau yang lebih tinggi. Pelajari lebih lanjut.

Energy Profiler
  • Pelacakan Sistem - Fitur Pelacakan Sistem baru di CPU Profiler memungkinkan Anda untuk memeriksa cara aplikasi Anda berinteraksi dengan sumber daya sistem dalam detail yang terperinci. Periksa pengaturan waktu dan durasi yang tepat dari status thread Anda, visualisasikan bottleneck CPU pada semua core, dan tambahkan event pelacakan khusus untuk dianalisis. Untuk menggunakan pelacakan sistem, mulai pembuatan profil aplikasi Anda, klik CPU Profiler, lalu pilih System Trace recording configuration. Pelajari lebih lanjut.
  • Sesi Profiler - Kami sekarang secara otomatis menyimpan data Profiler sebagai "sesi" untuk kunjungan ulang dan pemeriksaan lanjutan saat Anda membuka Android Studio. Kami juga menambahkan kemampuan untuk mengimpor dan mengekspor heap-dump dan rekaman CPU Anda untuk analisis atau pemeriksaan lanjutan dengan fitur lain. Pelajari lebih lanjut.
  • Perekaman CPU Otomatis - Anda sekarang bisa secara otomatis merekam aktivitas CPU menggunakan Debug API. Setelah Anda menerapkan aplikasi ke perangkat, profiler akan secara otomatis memulai perekaman aktivitas CPU ketika aplikasi Anda memanggil startMethodTracing(String tracePath), dan berhenti merekam ketika aplikasi memanggil stopMethodTracing(). Demikian juga, sekarang Anda bisa secara otomatis memulai perekaman aktivitas CPU pada awal aplikasi dijalankan dengan mengaktifkan opsi Start Recording a Method Trace on Startup dalam konfigurasi untuk menjalankan. Pelajari lebih lanjut.
  • Pelacakan Referensi JNI - Bagi Anda yang memiliki kode C/C++ dalam aplikasi Android, sekarang Android Studio 3.2 memungkinkan Anda untuk memeriksa alokasi memori kode JNI di Memory Profiler. Selama Anda menerapkan aplikasi ke perangkat yang menjalankan Android 8.0 Oreo (API 26) dan yang lebih tinggi, Anda bisa menelaah ke dalam tumpukan panggilan alokasi dari referensi JNI. Untuk menggunakan fitur ini, jalankan sesi memory profiler, dan pilih JNI Heap dari menu drop-down Live Allocation. Pelajari lebih lanjut.
Sebagai rangkuman, rilis terbatas terbaru Android Studio 3.2 menyertakan beberapa fitur utama baru berikut ini:
Pengembangan
  • Optimalisasi AndroidX
  • Data Contoh
  • Update Desain Material
  • Android Slices
  • Pengeditan CMakeList
  • Apa yang Baru di Asisten
  • Pemeriksaan Lint Baru
  • Update Platform IntelliJ
  • Update Kotlin
Build
  • Android App Bundle
  • D8 Desugaring
  • R8 Optimizer

Pengujian
  • Android Emulator Snapshots
  • Screen Record di Android Emulator
  • Kamera Adegan Virtual Android Emulator
  • Dukungan Prosesor AMD
  • Dukungan Hyper-V
  • Asisten Koneksi ADB
Pengoptimalan
  • Energy Profiler
  • Pelacakan Sistem
  • Sesi Profiler
  • Perekaman CPU Otomatis
  • Pelacakan Referensi JNI

Lihat catatan rilis untuk detail selengkapnya.

Memulai


Download versi terbaru Android Studio 3.2 dari halaman download. Bila Anda menggunakan Android Studio rilis terbatas versi sebelumnya, pastikan Anda mengupdate ke Android Studio Canary 14 atau yang lebih tinggi. Bila Anda ingin mempertahankan versi stabil Android Studio, Anda bisa menjalankan versi rilis stabil dan versi rilis terbatas Android Studio secara bersamaan. Pelajari lebih lanjut.
Untuk menggunakan fitur Android Emulator yang disebutkan, pastikan Anda menjalankan setidaknya Android Emulator v28.0.7+ yang didownload melalui Android Studio SDK Manager.
Kami menghargai setiap masukan tentang hal-hal yang Anda sukai, dan masalah atau fitur yang ingin Anda lihat. Harap perhatikan, untuk menjaga kualitas produk tetap tinggi, beberapa fitur (mis. Navigation Editor) yang Anda lihat di saluran rilis sebelumnya tidak diaktifkan secara default di saluran rilis stabil. Jika Anda menemukan bug atau masalah, silakan melaporkan masalah. Hubungi kami -- tim pengembangan Android Studio ‐ di halaman Google+ atau di Twitter kami.