Saat ini, ekonomi digital di Indonesia sedang melaju dengan pesat. Berdasarkan data terkini, penetrasi pengguna internet mencapai 50% atau sekitar 133 juta pengguna. Diantaranya 120 juta adalah pengguna aktif ponsel - meningkat 30% atau sebanyak 28 juta pengguna dibandingkan dengan tahun 2017. Hal ini dapat diartikan semakin banyak masyarakat indonesia yang terhubung dengan internet, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Pertumbuhan pesat ini juga berdampak pada kebutuhan akan teknologi yang relevan dan bermanfaat bagi pengguna di Indonesia. Untuk mewujudkan ini, dibutuhkan developer aplikasi lokal yang cakap dan terampil agar dapat mengembangkan konten teknologi yang sesuai dalam sebuah ekosistem startup yang dinamis.

Sayangnya, komunitas app developers di Indonesia masih terbilang sangat kecil. Kunci utama untuk mendidik calon app developer bertalenta dan layak kerja adalah dengan menciptakan sistem belajar yang berkelanjutan, sebuah sistem yang dilengkapi dengan materi teknologi terkini serta mampu mendorong pengembang aplikasi untuk mengobarkan semangat inovasi dan kreativitas.

Di Google, kami percaya bahwa mendidik dan melatih calon app developer adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk menumbuhkembangkan talenta berkualitas di Indonesia. Pada bulan Februari 2016, dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Silicon Valley, CEO Google Sundar Pichai berjanji untuk membantu melatih 100.000 pengembang aplikasi di Indonesia sampai dengan tahun 2020.

Sejalan dengan komitmen tersebut, hari ini kami meluncurkan program beasiswa Android untuk 1.000 mahasiswa dan dosen di seluruh negeri agar mereka menjadi ahli dalam bidang Android app development.

Untuk program beasiswa tersebut, kami bermitra dengan Dicoding - platform penghubung app developer di Indonesia dengan lebih dari 80.000 anggota - untuk memberikan 1.000 beasiswa picodiploma selama 90 hari kepada mahasiswa dan dosen pengajar di bidang Teknologi Informasi (IT) yang ingin memperdalam kemampuan mereka di bidang pemograman Android. Beasiswa akan diberikan kepada mereka yang memenuhi syarat dan terpilih. Pelatihan secara online ini akan tersedia melalui situs web Dicoding Academy, yang dibimbing oleh Dicoding dan para Google Developer Expert dengan forum diskusi dan code review secara profesional.

Dalam masa belajar 90 hari, Dicoding menyediakan 125 modul, 35 video dan 24 kuis untuk keseluruan program pengajaran yang diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia. Penerima beasiswa akan belajar cara membangun aplikasi menggunakan sistem operasi Android melalui modul Testing, Debugging, Application, Application UX, Fundamental Application Components, Persistent Data Storage, dan Enhanced System Integration. Setelah mendaftar dan berpartisipasi secara aktif, penerima beasiswa juga akan mendapatkan buku cetak “Menjadi Android Developer Expert” yang diterbitkan secara eksklusif oleh Dicoding. Masing-masing lulusan akan menerima sertifikat picodiploma dari Dicoding setelah berhasil menyelesaikan keseluruhan modul dalam kelas tersebut.

Mendukung pengembangan sumber daya yang melimpah di negara seluas Indonesia tidak selalu mudah. Kami bersyukur telah dipertemukan dengan jawara lokal yang memiliki visi sama untuk memberikan yang terbaik dalam mendidik dan melatih para pengembang aplikasi di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra lokal seperti Dicoding, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata untuk ekonomi digital Indonesia, sebuah perekonomian yang siap untuk maju dengan ketersediaan talenta pengembang aplikasi yang berkualitas.


Untuk pendaftaran atau informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.dicoding.com/scholarships/google